Aku Putuskan Untuk Menggunakan Meteor

Sebelum melangkah lebih dalam pasti temen-temen ada yang belum tau apa itu Meteor, Meteor adalah sebuah framework Node.js, sehingga dalam penggunaannya menggunakan bahasa pemrograman javacript, javascript sendiri adalah bahasa pemrograman yang selalu digunakan dalam pembuatan website, dengan katalain apapun bahasa pemrograman server side yang temen-temen gunakan pasti setidaknya temen-temen menggunakan javasript sebagai bahasa pemrograman client side-nya.

Basically aku adalah developer PHP, jadi sebenarnya aku juga agak awam dengan yang namanya javascript, tapi ya gimana lagi rek aku mengalami kejenuhan dan butuh pelampiasan utuk bermain-main, makanya aku pengen nih belajar Node.js. Node.js sendiri masih terlalu basic dan masih membutuhkan yang namanya framework agar pengerjaan development web/app bisa lebih terstruktur dan lebih mudah.

Jatuh Hati Dengan Meteor

Mengapa jatuh hati dengan Meteor cak? ya yang jelas jawabannya adalah simple “Meteor itu terkenal dan mudah untuk dipelajari” ya itu cuman katanya lho rek, aku juga belum membuktikan apakah benar mudah untuk dipelajari. Ya kalau beneran mudah nanti ya lanjut nulisnya kalo kebalikannya ya berhenti nulisnya, cari bahan lainnya yang lebih mudah, jadi woles ya rek namanya juga manusia bisa berubah-ubah pemikiranya haha.

Perbandingan

Yuk mari kita lihat perbandingan Meteor dengan beberapa pemain framework Node.js lainnya yang juga lumayan terkenal di dunia persilatan (aku ambil samplenya berdasarkan kepopulerannya yo rek, ga usah banyak berdebat).

 MeteorExpressSailsLoopbackHapi
Diperkenalkan20 Januar 201216 November 2010-18 September 2013-
Github Stars37.56132.13517.2029.0297.881
Github Commits19.0045.3826.6222.1314.936
Github Branches19.0041447562
Github Contributors34720921198249
Github Latest Commit1 hari yang lalu18 hari yang lalu3 hari yang lalu12 hari yang lalu4 hari yang lalu
Stackoverflow Questions25.76032.9315.272506756
Data diakses pada tanggal, 4 Juni 2017.

Temen-temen bisa simpulkan sendiri deh setelah melihat tabel di atas, yang jelas kalau aku rek yang terpenting adalah jumlah kontributor di Github dan jumlah pertanyaan di Stackoverflow. Mengapa begitu cak? ya pastilah kalo kontributornya banyak pasti fitur-fitur yang akan diakomodasi juga banyak juga alhasil lebih fariatif dan kalau pertanyaan di Stackoverflow banyak berati peminat atau penggunanya juga banyak dan bisa jadi yang sekarang menjadi pertanyaan temen-temen, di Stackoverflow sudah ada jawabanya, begitu sodara-sodara.

Eh rek tahu Stackoverflow sama Github kan ya? ngobrol kita udah ngalor-ngidul masak belum tahu, ya udah maen ke sana dan ke sana dulu rek, ben ora bingung.

Kesimpulan

Kok simpel banget ya cak? ya begitulah rek namanya juga orang warung, ga usah ribet-ribet hidup aja sudah susah ga usah dibuat susah lagi, tul gak? terus kamu pakai framework yang mana? kalo temen-temen ada pendapat lain atau framework Node.js yang temen-temen pakai tidak masuk ke dalam daftar, monggo di share di kolom komentar di bawah ini yo biar wawasan kita juga tambah Mak Nyussss, …

Comments

Leave a Reply