Meteor Itu Full-Stack Framework, Apa Maksudnya?

Halo rek puasanya masih lancar? kali ini mau bahas Meteor lagi rek, lagi keranjingan dan KEPO nih sama yang namanya Meteor padahal ini aku belum nyobain menggunakannya lho, masih sebatas lihat-lihat dan baca-baca di Internet sehingga diri ini menjadi lebih yakin dalam jalan ini yaitu jalan menuju Meteor haha.

Full-Stack Framework

Full-stack framework itu gimana ya cak? maksudnya adalah client & server side masuk dalam jangkauan development dari framework tersebut, dan Meteor adalah salah satu pemainnya, nih coba liat ke bawah framework yang termasuk ke dalam full-stack framework:

  • Derby – dia memang kurang terkenal, doi pakai ShareJS dan beberapa library yang aku tidak begitu familiar, alhasil kalau mau belajar Derby lumayan menguras otak, lha kalau manusiannya seperti aku ini ya bisa porak-poranda ini otak, cekot-cekot.
  • Wakanda – lagi-lagi nama yang tidak terkenal, doi dibekali database server yang namanya WakandaDB, javascript framework (WAF), dan ada Wakanda Studio, wah namanya asing semua rek, cekot-cekot lagi ini kepala.
  • Meteor – secara kontras doi mengadobsi teknologi-teknologi dan library yang kebanyakan developer tahu, contohnya untuk masalah database doi menggunakan MongoDb, untuk client side bisa menggunakan Blaze, Angular, atau React, sangat wow sekali kan.
Server Framework

Ternyata ada yang cuman server side tok, ya jelas ada dong rek. Secara fungsi dan penggunaan juga akan sedikit bebeda dengan framework yang sifatnya full-stack. Server Framework lebih difokuskan dalam development API, contohnya ada Loopback, Sails, dan Hapi.

Client Library

Sesuai namanya, framework yang masuk dalam kategori ini adalah library yang bertugas dalam mengolah visualisasi data, dan beberapa contohnya adalah React, Angular, Ember, dan Backbone.

Kesimpulan

Penggunaan meteor lebih cocok pada pembuatan aplikasi yang terdiri dari client & server side, kalau hanya untuk membuat API, mending menggunakan yang lain saja. Meteor menggunakan MongoDb, Angular, React, Blaze yang memang sudah populer sehingga mudah untuk dipelajari dan dicari tutorialnya diluar sana, biar gak cekot-cekot kepalanya rek.

Comments

Leave a Reply