Flutter

Berkenalan Dengan Flutter

Flutter adalah sebuah framework open-source besutan Google yang digunakan untuk membuat  aplikasi mobile. Mengapa demikian? bukankah Google sudah punya SDK sendiri untuk mengembangkan aplikasi Android-nya? Apakah dengan ini Google ingin menggenjot jumlah aplikasi di Play Store?

Jujur saja sebenarnya saya dulu kurang tertarik sob dengan yang namanya Flutter ini, sampai suatu saat aku butuh tools, alat atau sesuatu yang bisa aku gunakan untuk mengembangkan aplikasi mobile lintas platform, misal Android dan iOS. Nama Flutter muncul ketika aku cari di Google terkait pengembangan aplikasi mobile lintas platform.

Sebenarnya Flutter bukan satu-satunya tools yang bisa digunakan, berikut aku sebutin satu-persatu ya sob beberapa nama-nama yang aku ketahui:

  1. PhoneGap
  2. Appcelerator
  3. Xamarin
  4. React Native
  5. NativeScript

Untuk penjelasannya temen-temen bisa cek aja di web resmi mereka. Mungkin saja ada temen-temen yang berminat untuk menggunakannya untuk project.

Singkat cerita setelah melakukan investigasi, pengecekan dan mencoba sana-sini aku menjatuhkan pilihan kepada Flutter. Berikut adalah alasanya sob.

Tujuan Yang Jelas

Mengutip dari pernyataan Google di web-nya Flutter.

Flutter is Google’s portable UI toolkit for building beautiful, natively-compiled applications for mobile, web, and desktop from a single codebase.

Tujuan jelas yang aku maksud adalah, Flutter memang didesain untuk dapat menghasilkan aplikasi yang benar-benar native (Android dan iOS) bukan abal-abal ya sob, sehingga performa dan kualitas dari aplikasi yang dihasilkan akan terjaga, selain itu code kita bisa dicompile menjadi aplikasi web ataupun aplikasi desktop, walaupun untuk yang web masih dalam pengembangan dan taraf uji coba, tapi cukup menarik buat aku.

Koding-nya Cepet

Flutter memiliki fitur yang namanya hot-reload , yaitu sebuah fitur yang bisa membuat kamu cepat dalam proses bereksperimen, coding, debuging, membuat UI dll, simpelnya sih setiap kita melakukan perubahan kode, kita bisa langsung bisa melihat perubahan di emulator, simulator maupun di hardware hand phone.

Tampilan UI Yang Cantik

Pada Flutter sudah tersedian macam-macam widget yang menurut ku sih menarik dalam hal tampilan maupun interaksi ya sob, jadi ga perlu lagi aku jelasin panjang lebar. Nanti ada aksen “Material” untuk Android dan “Cupertino” untuk iOS.

Performa

Dari sekian hal yang menjadi pertimbangan, performa adalah merupakan kriteria tertinggi yang harus bisa dicapai, percuma kan koding capek-capek tapi hasilnya tidak maksimal, misal kayak scrolling dan perpindahan halaman yang tidak halus, konsumsi daya, dll. Setelah aku cermati memang di Flutter performa merupakan prioritas, selain itu kode kita akan dicompile menjadi native yang sejati, haha.

Ada Perusaan Besar Di Belakangnya

Untuk memastikan keberlangsungan sebuah project open-source hingga waktu yang sangat lama adalah susah, tapi aku ambil mudahnya saja, suatu project open-source akan bisa bertahan kalau ada perusaan besar di belakangnya, sangat jelas sekali Flutter di dukung oleh raksasa internet Google, sehingga aku bisa yakin menggunakannya tanpa harus khawatir ketika aku ada permasalahan ketika proses development karena pastinya ada komunitas yang akan membantu kamu sob, dan juga ga akan khawatir kalau tiba-tiba Flutter dihentikan developmentnya, haha.

Kelemahan

Tentu ada kelemahan juga kan sob, masa iya ga ada kelemahan. Flutter menggunakan bahasa pemroggraman Dart sehingga dengan berat hati kita perlu belajar lagi deh, tapi tenang sob doi mirip-mirip sama bahasa pemrograman Java Script kok sintaknya.

Sampai di sini dulu sob kita ngobrol-ngobrol tentang Flutter, tetap sehat ya sob dan terima kasih sudah mampir ya.

Comments